MOTIVASI

PERUBAHAN CARA PIKIR DAN CARA KERJA SEORANG KEPALA SEKOLAH

Kepala Sekolah adalah figur sentral dalam semua gerakan dan tindakannya bagi sekolah. Posisi yang sangat strategis ini adalah peluang sekaligus tantangan. Untuk itu di era digitalisasi dan semakin terbukanya informasi seorang Kepala Sekolah harus menjadi lebih terbuka wawasannya dan dalam setiap kebijakannya.

Kurikulum 2013 adalah Kurikulum yang sangat besar memberikan peluang kepada Kepala Sekolah dan juga guru-guru dalam membentuk generasi mendatang. Dalam hal ini juga bisa menjadi alat ukur 5 - 10 tahun yang akan datang bahwa hasil bentukan generasi itu akan bisa kita lihat dan rasakan secara masive.

Dengan permendiknas yang telah memberikan tuntunan secara jelas dalam proses pembelajaran ddan proses memanusiakan manusia kita para Kepala Sekolah dan guru dapat mengembangkan dengan maksimal. Seperti misalnya KI 1, 2, 3, dan 4  dengan pendekatan pembelajaran : Sciencetific approach, discovery learning, project base learning, problem base learning, inquiry base learning. begitu juga model penilaian dengan Autentic assesment memberikan gambaran kita bahwa guru harus fokus (profesional). Ini adalah gambaran yang sangat nyata arahan dari Kurikulum bahwa memberikan kesempatan kepada Kepala Sekolah dan guru untuk mengeksplore diri, dan kemudian disampaikan kepada siswa dengan cara bijaksana. Sudah tidak ada lagi kendala informasi terbuka luas, kemajuan teknologi yang begitu cepat semakin membuat gerak dan langkah guru dalam proses pembelajaran menjadi semakin mudah.

Kepala Sekolah dalam hal ini seharusnya berupaya lebih keras menghadapi perubahan yang begitu cepat dengan networking yang baik dan terukur. MESTAKUNG (Prof. Yohanes Surya mengatakan). artinya adalah Semesta Mendukung, pasti perubahan pendidikan akan segera nampak hasilnya. Yaitu perubahan peradaban bagi generasi mendatang.Generasi yang profesional dan berkarakter. Inilah yang akan mengangkat harkat dan martabat bangsa Indonesia juga membawa posisi tawar bangsa ini menjadi lebih baik di mata dunia. 

Kepala Sekolah dituntut untuk menyiapkan sarana dan fasilitas yang mendukung proses pembelajaran agar lebih efektif proses pembelajarannya. Dalam hal ini IT menjadi faktor yang sangat mendukung khususnya bagi sekolah-sekolah dasar di tengah-tengah perkotaan, yang notabene lingkungan yang diharapkan dapat digunakan sebagai alat atau laboratorium lapangan menjadi sangat minim, maka usaha lain yang efektif adalah mengembangkan IT (Intranet di sekolah dasar) sebagai contoh model pembelajaran berbasis multimedia yang dikembangkan oleh SD Muhammadiyah Condongcatur Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta (www.sdmuhcc.net). Mari kita belajar bersama, berusaha bersama-sama, kita jadikan gerakan yang masive mensukseskan gerakan Kurikulum 2013.

Demikian semoga bermanfaat. Mari berjuang bersama wujudkan generasi bangsa yang memberi manfaat, bermartabat dan mampu memberi rahmat bagi seluruh alam. 

Komentar

Postingan Populer